Let's talk about my INTERNSHIP.
All internship thing finally DONE right after 3 months I ended the internship itself. Feels like someone took away a ton stone over my shoulders. I am officially relieved about this "first depression thing" I talked about a year ago. And yeah, things are getting harder if we think about it, but it'll much more easier if we start to do it. Now, I believe it. Don't know tomorrow. HA! :)
Actually, I'm a bit sad when I know I'm no longer need to go to the office. No, happy yeah (if I think about one old guy who was so ribet and kind of crazy. no offense), but sad because beside that old guy things, I like the office. Really like.
I remember when I have to wake up every 6 in the morning so I could go to the office without being on traffic (but I always late and always trapped in a full bus and crazy traffic).
When I wait for the lift, then came to the room, open the room with my ID Card (sometimes when I went to the toilet, left the ID card on the table and trapped outside the room, so I have to wait till another employee came and open the door, sometimes, again not every time haha).
Then filling the absence book. (sometimes become red, if I late)
When I sometimes came too early, I went to the supermarket just so I had something to do. Buying food, milk, waffles, candy, etc. (no wonder I gained weight after).
Remember when my supervisor worked outside the room and didn't come before lunch, so there was nothing I should do. And usually, I pretended to do a lot of things, but sst, don't tell anyone seriously, I did nothing. Just day dreaming or learning Spanish on my laptop, or sometime Arabic. Or tweeting on my BB.
When I drink, toilet, and drink, and toilet again, so that (again) I have something to do. (seriously, at first I thought I was the only internship-er who felt like this, always wondering what to do next. I asked my friends, they always did too. Haha. High Five).
Remember when I saw the clock, it was like 11.45 or 11.55, and wondering why clock don't have any "fast forward" button. Then 12.00, and I heard an tiny alarm (on absence machine, the beep every 08.00 and 12.00 and 17.00) I stand up and tell my friends to take a lunch. And we make sure we get back to the room 1pm, not earlier.
Then again do nothing by 1pm to 5pm. Actually, I wasn't always doing nothing. Sometimes, my supervisor gave me a little work. Thanks God I had the best and kind supervisor, not the old man I told before. But mostly, he gave me easy tasks to do. I could do it in minutes. :p
Then, 3pm was usually sleepy time. I sometimes made coffee for keeping my eye open. At least till 5pm.
Remember when 5 pm and the signing beep on the absence machine sounds like a school bell ringing to me. (actually I packed my stuff to go home before so 5pm, I stand and go. haha). And the crazy traffic (always) was waiting.
Arrived home, I couldn't do anything. Showered, then sleep. Then another morning comes. Another day begun.
Intense, but why did I found that it sometimes interesting.
And although they have an employee who acted like a monster, I 'd really like if I could do my thesis there.
And now, "the next depressing thing" has just begun. :)
Ophiuchus, new Zodiac sign dates and your real astrological sign - Pop2it - Zap2it
Ophiuchus, new Zodiac sign dates and your real astrological sign - Pop2it - Zap2it
I am Sagittarius since I was born, and I am happy. But now I am a Scorpio? This is just weird.
I am Sagittarius since I was born, and I am happy. But now I am a Scorpio? This is just weird.
Inspirative Story
Christopher L Jr - Dari Tukang Ledeng menjadi GM Customer Satisfaction dan Public Relation
Christopher L. Jr. adalah seorang tukang ledeng. Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia khawatir anaknya terpeleset jatuh.
Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelepon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah boss pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.
Satu hari setelah ditelepon Mr. Benz, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Boss Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara si tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah memperbaiki kran tersebut, si tukang ledeng ini menerima pembayaran atas jasanya dan pulang ke rumahnya.
Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz lagi untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah. Apakah reaksi Mr. Benz? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun hanya seorang tukang ledeng saja. Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng tersebut.
Tahukah anda, bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng ini untuk bekerja di perusahaannya? Si Tukang Ledeng yang bernama Christopher L. Jr. saat ini Beliau menjabat sebagai General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
We won, eventhough we are not the winner :)
Rabu, 29 Desember 2010.
Nggak tau gimana caranya, akhirnya Nikita berhasil dapet tiket buat kita nonton Final AFF Cup 2010 Indonesia vs Malaysia. Dengan harga yang lumayan normal. :p Yang pasti yang aku tau, malem sebelum hari final, aku dan adek aku, devi dikasi tiket itu.
Jeng jeng jeng. Kita berangkat ke Senayan City sebelum jam 3, baru jalan ke GBK jam 5 kurang, dan nyampe kira-kira pas jam 5.
Tadaaa.... Here is the story yang buat aku bakal mikir ribuan kali buat nonton pertandingan sejenis nantinya. I meant, nontonnya sih enak, CROWDEDnya boookk!!!
Aku bertiga naik ke tribun atas lewat pintu 8 dan itu sangat amat penuh. Tapi kayanya semua pintu juga penuh sih. Sejam lebih berusaha masuk, -aku nggak akan cerita gimana prosesnya plus desak-desakan plus dorong-dorongan semuanya karena mikir dan ngingat itu aja bikin stress sampe sekarang. Pokoknya intinya keadaan sangat nggak manusiawi-, akhirnya kita bisa masuk ke dalam, which was tempat yang udah agak legaan karena emang udah lewatin 1 pintu masuk dan belom ke arah pintu masuk ke tribunnya (oh iya, kita nungguin abang aku onay yang nyusulin abis pulang kerja) .
Karena kita disuruh masuk duluan sama si abang, akhirnya kita nyoba nyari tempat. Gila!!! Chaos kedua! Pintu pertama, PENUH, -lagi lagi aku males inget2 yang terjadi di tahap ini karena sangat nggak manusiawi dan sangat nggak perempuani (kita bertiga cewek) bahkan ingetnya aja bikin stress jungkir balik goyang dombret-, liat orang-orang lari ke pintu selanjutnya, kita ikutan lari karena katanya itu tempat tadinya sengaja dikosongin dan baru boleh diisi setelah Pak Presiden duduk, dan setelah ngantri panjang dan desek2an, itu pintu PENUH juga. :(
Dan kita lanjut ke pintu lain. Hmm aku nggak ngitung kita nyoba berapa pintu, yang pasti semua pintu yang kita coba sangat nggak manusiawi. Sampai akhirnya di pintu terakhir yang karena ditambah capek dari pintu-pintu sebelumnya, KITA NYERAH. Seandainya tadi aku lagi "dapet", atau belom makan, atau lagi agak pusing, mungkin aku udah pingsan di pintu pertama, atau bahkan udah mati di tempat. Oke berlebihan. Haha.
TIba-tiba abang aku came from nowhere, dan dia bilang, "coba masuk yok" ohhh COME ON..
balabalabalabala, <---- itu artinya bolak balik kiri kanan dengan hasil yang sama, akhirnya kita bener bener nyerah. ENOUGH.
Dan denger-denger orang teriak2 di luar (pertandingan baru mulai), setelah diliat Thank's God, ada Giant Screen di luar stadion. Akhirnya dengan jongkok-jongkok kita nonton di tangga (anggep aja di VIP, hehe). Yang penting dibabak kedua kita dapet spot yang lebih manusiawi dan sedikit lebih nyaman daripada sebelumnya yang harus latihan balet dulu biar bisa bengkok-bengkokin badan. Haha.
Di beberapa menit babak kedua Indonesia kebobolan 1 gol dari Malaysia, dan itu malah bikin banyak banget penonton mulai beranjak pulang. Ada 3 kemungkinan, satu mereka udah terlanjur kecewa dan yakin Indonesia pasti kalah (ps: Indonesia harus menang 4-0 atau 5-1 biar bisa juara), dua mereka ga tega liat timnas dan penonton lain sedih di endingnya, dan yang terakhir mereka takut rusuh kalo timnas kalah. Haha.
Pokonya yang pasti, setelah gol itu, dan pertandingan jadi agak alot, banyak penonton yang mulai kabur, padahal gak lama setelah itu Timnas malah ngegolin 2. Good Job. 2-1. We won. Walaupun kita bukan juaranya saat ini.
Eit eit eit, karena Indonesia nggak juara, penonton langsung cabs pulang, dan KITA MASUK. :D Kita yang penting liat beberapa menit terakhir plus ceremony penyerahan medali dan piala. :)

Kita nungguin sampe ceremony selesai sambil took some pics. :)
Dan kita pulang kekosan dengan JALAN KAKI dari stadion sampe pasar palmerah, walaupun jadi nggak berasa karena jalan sambil ngobrol, dan kita bukan satu-satunya disana, beratus-ratus orang!
We finally home after about 8 crazy hours.
Congratulations Indonesia, we won.
Congratulations Malaysia for the cup you got.
Thanks Riedl for the change you made for our team.
I love my country Indonesia. :)
Aku amazed sama gimana sepakbola bikin Indonesia jadi kompak, tua muda, kaya miskin, presiden sampe pemulung, semua "merah".
"Sangat ajaib bagaimana sepakbola menyatukan kita, dimana ketawa seorang presiden sama bahagianya dengan ketawa seorang tukang becak saat melihat Indonesia menang. Dan sedih seorang presiden sama besarnya dengan sedih seorang tukang bakso saat menyaksikan tim Indonesia kalah."
Garuda di Dadaku :)
Thanks to my sister, my brother and Nikita for "hari digencet sedunia" :)
ps : next time kalo mau nntn lagi, liat situasi dulu. :)
Nggak tau gimana caranya, akhirnya Nikita berhasil dapet tiket buat kita nonton Final AFF Cup 2010 Indonesia vs Malaysia. Dengan harga yang lumayan normal. :p Yang pasti yang aku tau, malem sebelum hari final, aku dan adek aku, devi dikasi tiket itu.
Jeng jeng jeng. Kita berangkat ke Senayan City sebelum jam 3, baru jalan ke GBK jam 5 kurang, dan nyampe kira-kira pas jam 5.
Tadaaa.... Here is the story yang buat aku bakal mikir ribuan kali buat nonton pertandingan sejenis nantinya. I meant, nontonnya sih enak, CROWDEDnya boookk!!!
Aku bertiga naik ke tribun atas lewat pintu 8 dan itu sangat amat penuh. Tapi kayanya semua pintu juga penuh sih. Sejam lebih berusaha masuk, -aku nggak akan cerita gimana prosesnya plus desak-desakan plus dorong-dorongan semuanya karena mikir dan ngingat itu aja bikin stress sampe sekarang. Pokoknya intinya keadaan sangat nggak manusiawi-, akhirnya kita bisa masuk ke dalam, which was tempat yang udah agak legaan karena emang udah lewatin 1 pintu masuk dan belom ke arah pintu masuk ke tribunnya (oh iya, kita nungguin abang aku onay yang nyusulin abis pulang kerja) .
Karena kita disuruh masuk duluan sama si abang, akhirnya kita nyoba nyari tempat. Gila!!! Chaos kedua! Pintu pertama, PENUH, -lagi lagi aku males inget2 yang terjadi di tahap ini karena sangat nggak manusiawi dan sangat nggak perempuani (kita bertiga cewek) bahkan ingetnya aja bikin stress jungkir balik goyang dombret-, liat orang-orang lari ke pintu selanjutnya, kita ikutan lari karena katanya itu tempat tadinya sengaja dikosongin dan baru boleh diisi setelah Pak Presiden duduk, dan setelah ngantri panjang dan desek2an, itu pintu PENUH juga. :(
Dan kita lanjut ke pintu lain. Hmm aku nggak ngitung kita nyoba berapa pintu, yang pasti semua pintu yang kita coba sangat nggak manusiawi. Sampai akhirnya di pintu terakhir yang karena ditambah capek dari pintu-pintu sebelumnya, KITA NYERAH. Seandainya tadi aku lagi "dapet", atau belom makan, atau lagi agak pusing, mungkin aku udah pingsan di pintu pertama, atau bahkan udah mati di tempat. Oke berlebihan. Haha.
TIba-tiba abang aku came from nowhere, dan dia bilang, "coba masuk yok" ohhh COME ON..
balabalabalabala, <---- itu artinya bolak balik kiri kanan dengan hasil yang sama, akhirnya kita bener bener nyerah. ENOUGH.
Dan denger-denger orang teriak2 di luar (pertandingan baru mulai), setelah diliat Thank's God, ada Giant Screen di luar stadion. Akhirnya dengan jongkok-jongkok kita nonton di tangga (anggep aja di VIP, hehe). Yang penting dibabak kedua kita dapet spot yang lebih manusiawi dan sedikit lebih nyaman daripada sebelumnya yang harus latihan balet dulu biar bisa bengkok-bengkokin badan. Haha.
Di beberapa menit babak kedua Indonesia kebobolan 1 gol dari Malaysia, dan itu malah bikin banyak banget penonton mulai beranjak pulang. Ada 3 kemungkinan, satu mereka udah terlanjur kecewa dan yakin Indonesia pasti kalah (ps: Indonesia harus menang 4-0 atau 5-1 biar bisa juara), dua mereka ga tega liat timnas dan penonton lain sedih di endingnya, dan yang terakhir mereka takut rusuh kalo timnas kalah. Haha.
Pokonya yang pasti, setelah gol itu, dan pertandingan jadi agak alot, banyak penonton yang mulai kabur, padahal gak lama setelah itu Timnas malah ngegolin 2. Good Job. 2-1. We won. Walaupun kita bukan juaranya saat ini.
Eit eit eit, karena Indonesia nggak juara, penonton langsung cabs pulang, dan KITA MASUK. :D Kita yang penting liat beberapa menit terakhir plus ceremony penyerahan medali dan piala. :)
Kita nungguin sampe ceremony selesai sambil took some pics. :)
Dan kita pulang kekosan dengan JALAN KAKI dari stadion sampe pasar palmerah, walaupun jadi nggak berasa karena jalan sambil ngobrol, dan kita bukan satu-satunya disana, beratus-ratus orang!
We finally home after about 8 crazy hours.
Congratulations Indonesia, we won.
Congratulations Malaysia for the cup you got.
Thanks Riedl for the change you made for our team.
I love my country Indonesia. :)
Aku amazed sama gimana sepakbola bikin Indonesia jadi kompak, tua muda, kaya miskin, presiden sampe pemulung, semua "merah".
"Sangat ajaib bagaimana sepakbola menyatukan kita, dimana ketawa seorang presiden sama bahagianya dengan ketawa seorang tukang becak saat melihat Indonesia menang. Dan sedih seorang presiden sama besarnya dengan sedih seorang tukang bakso saat menyaksikan tim Indonesia kalah."
Garuda di Dadaku :)
Thanks to my sister, my brother and Nikita for "hari digencet sedunia" :)
ps : next time kalo mau nntn lagi, liat situasi dulu. :)
Chocolate Pancake Recipe
Bahan:
250 ml susu segar
2 butir telur ayam
50 gr mentega, lelehkan
3 sdm gula pasir
100 tepung terigu
10 gr cokelat bubuk
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue
75 gr chocolate chips
250 ml susu segar
2 butir telur ayam
50 gr mentega, lelehkan
3 sdm gula pasir
100 tepung terigu
10 gr cokelat bubuk
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue
75 gr chocolate chips
Pelengkap:
Susu kental manis cokelat
Keju cheddar parut
Cara membuat:
1. Untuk Adonan : Aduk tepung terigu, gula pasir, baking powder, soda kue, cokelat bubuk hingga rata dalam mangkuk.
2. Buat lubang ditengahnya, lalu tuangkan telur , diaduk
3. Masukkan mentega, masukkan susu, aduk hingga halus
4. Panaskan wajan dadar, olesi mentega
5. Tuang tiap 1 sdm sayur adonan dalam wajan. Masak hingga berlubang-lubang halus. Taburi chocolate chips. Masak hingga matang. Angkat.
6. Tuangkan sedikt susu kental manis cokelat & taburi keju cheddar parut. Siap disajikan.
Tips:
- Jika ingin pancake polos, jumlah cokelat bubuk bisa dihilangkan atau diganti dengan teoung terigu.
- Sebagai variasi bisa ditambahkan potongan pisang atau kismis.